Berniat Hunting, Malah Hampir Tersungkur ke Dalam Sawah

Sebelum nya saya beserta keluarga ingin mengucapkan "Selamat hari raya Idul Adha, minal aidil wal fa izin mohon maaf lahir dan batin ya" buat yang merayakan ya guys.

Selamat hari raya Idul Adha!
Pada lebaran haji kali ini saya berencana untuk pergi hunting, bukan hunting serigala atau hunting binatang buas lain nya, melainkan hunting berfoto.

Emmmm dimana yang cocok ya? Emmmm, aha, saya menemukan spot-spot hunting yang bagus, tempat hunting yang kami tuju adalahh pelabuhan mini dan jalan yang panjang. Tapi, sebelum goes hunting tentunya saya pergi silaturrahmi ke rumah saudara dulu.

Sesudah pergi kerumah saudara, baru kemudian saya beserta 3 saudara saya pergi hunting. Kami adalah saudara 1 nenek atau sepupu.

Spot yang kami tuju pertama kali adalah jalan yang panjang, bukan golden ways, hehe udah teringat sama mas Marioh Teguh sang pemberi motivasi.

Sesampainya di tempat tersebut, tanpa basa-basi lagi langsung saja saya mengeluarkan kamera dan beberapa stok gaya saya. Cekreeetttt, gambar nya kabur, ulang ya. Sekali lagi, cekkrreettt, mantap.



Masih ada stok gaya saya.

Bukan sirkuit balap drag.

Dan ini gaya ala pemain Sepak Bola.

Abrar yang baju Biru.
Setalah berfoto di spot ini, kemudian kami melanjunkan perjalanan kespot-spot selanjutnya. Dan disinilah hal yang tak terduga dan tak di inginkan pun terjadi. Itu berawal ketika adik sepupu saya yang bernama Abrar ingin mengendarai kereta, dia masih kelas 2 Smp, jelas usia dia masih di bawah umur.

Tapi dia tetap bersikeras meminta kepada saya untuk mengendarai kereta, awal nya saya tidak membolehkan nya karena saya ragu akan kemampuan nya membawa kereta tapi karena kasian melihat dia meminta kepada saya, akhir nya saya pun membolehkan hal tersebut.

Saya yang duduk diblakang nya berpesan bahwa "Gas nya pelan-pelan" tapi dia tidak mendengarkan hal tersebut, dia langsung mentancap gas secara tiba-tiba dan kereta langsung berjalan . Kemudian kami kehilangan kendali.

Kereta pun langsung mengarah ke sisi kanan jalan atau ke sawah.

Saya : Wo wo wo, rem rem rem.
Abrar : (Gugup dan tak berkata apa-apa)

Kecepatan semakin kencang. Brruuupppppp.

Saya : (Sedang berpikir bagaimana cara agar tidak terjadi kecelakaan)

Kami menabrak batu yang berukuran sedang, hal tersebut mampu mengubah arah kendaraan kami, kendaraan kami pun mengarah ke sisi kiri jalan, setelah itu saya pun langsung meloncat ke belakang. Beruntung, Abrar mampu memperlambat laju kendaraan dan mengubah arah kendaraan menjadi lurus.

Ketika laju kendaraan sudah bisa ia kontrol, Abrar mengerem nya bukan dengan rem tangan atau rem kaki, akan tetapi dengan meletakkan kedua kaki ke aspal, hal yang dia lakukan tersebut ternyata mampu memberhentikan motor tersebut. Kemudian ia langsung mematikan mesin motor dan langsung berlari menghampiri kami.

Kami pun langsung tertawa ketika dia sudah menghampiri kami.

Saya : Kenapa bisa terjadi seperti tadi Abrar? (Menaikkan nada bicara).
Abrar : #@65gewg&*@.

Setelah itu, kami pun langsung berusaha melupakan hal yang terjadi tadi dan melanjutkan perjalanan.

Sesampainya di pelabuhan mini, kami langsung berfoto-foto.

Di pelabuhan mini.

Di pelabuhan mini bersama si joki gagal.
Kenapa saya sebut nama pelabuhan itu pelabuhan mini? Karena pelabuhan ini tidak di peruntukkan bagi kapal ferry atau kapal besar, tetapi pelabuhan ini diperuntukkan bagi nelayan setempat saja. Setelah berfoto-foto kami pun pergi minum dan makan snack di pantai.

Merasa perut sudah kenyang, kemudian kami pulang. Ketika dalam perjalanan pulang kami juga berfoto-foto, maklum lah ABG hehe.


Selesai berfoto kami pun menuju ke rumah alias pulang.

Sekian dari artikel saya. Tolong di koreksi artikel ini. See you.


Subscribe to receive free email updates:

13 Responses to "Berniat Hunting, Malah Hampir Tersungkur ke Dalam Sawah"