Jam Pelajaran di Potong? Itu Sebuah Berita Bagus

Sumber gambar : www.zona1000.com
Bagi saya, berita yang sangat menyenangkan disekolah adalah ketika jam pelajaran diciutkan atau dipotong. Kami yang biasanya pulang jam 2:30 menjadi jam 1 sekian, hal itu sangat membuat saya senang kelas kakap. Biasanya dewan guru menciutkan jam pelajaran karena ada acara atau halangan lainnya. 

Banyak ekspresi yang dikeluarkan oleh para siswa dan siswi ketika mendengar kabar kalau jam pelajaran diciut. Mulai dari tersenyum, berkata yess atau mungkin suatu saat nanti bisa jadi sujud syukur.

Terus terang, saya adalah orang yang paling mewanti-wanti atau memata-matai apa saja kegiatan dewan guru, biasanya kalau pada awal dan akhir semester guru sering mengadakan rapat. Tak hanya memata-matai kegiatan guru, saya juga mengintip surat undangan yang tiba dimeja piket, jika ada surat undangan sebuah hajatan, pasti cepat pulang karena dewan guru akan menghadirinya(Selebrasi lagi).

Beberaa hal yang saya harapkan sejak saya bersekolah di Man antara lain:
  • Banyak guru yang berhalangan hadir karena ada beberapa acara yang harus diikuti misalnya(Pelatihan guru, acara sunatan dan kawinan anaknya) Meskipun begitu, saya tidak ingin guru saya sakit karena tanpa keberadaan seeorang guru, hidup saya tidak akan berarti. 

  • Guru sering-sering melaksanakan rapat, agar terbentuknya kesepakatan yang kompak diantara dewan guru.

  • Yang terakhir, banyaknya tanggal merah dan semoga kedepan guru-guru di Man semakin banyak diundang keacara hajatan(Aminnn ya Allah).

Hari ini termasuk hari diciutkan jam pelajaran, kami hari ini pulang jam 1 sekian(Tuhan, tolong jadikan hari esok seperti hari ini juga karena hari ini jam pelajarannya diciut, hamba mu ini lelah ya allah, terus-terusan menatap layar infocus sampai jam 4 sore).

Belajar ketika memasuki waktu siang hari bukanlah hal yang mudah karena waktu siang hari merupakan waktunya tidur siang, saya harus melawan kantuk untuk belajar disiang hari.

Saya tidak tau entah sampai kapan kami harus menatap infocus sampai jam 4 sore, semoga saja besok pagi ada undangan hajatan perkawinan atau sunatan dan semoga saja besok pagi infocusnya rusak dan guru lupa membawa Spidol lalu kami berhenti belajar untuk beberapa menit, jika guru sudah mendapatkan Spidol maka kami belajar kembali.

Bagi yang membaca artikel ini dihimbau untuk jangan termotivasi oleh pengalaman indah saya ya.


Subscribe to receive free email updates:

3 Responses to "Jam Pelajaran di Potong? Itu Sebuah Berita Bagus"

  1. Kadang guru punya kesibukan sendiri
    Akhirnya kita cuma di suruh nulis dari buku haha
    Kalo jam pelajaran di potong itu mantap jiwa

    BalasHapus
  2. Ya , sudah pasti itu yang ditunggu - tunggu para murid. Mereka akan lebih leluasa maen + pulang pagi

    BalasHapus