Gara-gara Keramaian Pelanggan, Suasana Caffe ini Seperti Pasar Ikan

Gambar diatas hanya sekedar ilustrasi saja gan.
Sumber Gambar : www.rumahmesin.com
Tebak sekarang saya lagi dimana guys? Sekarang saya lagi berada di kota Banda Acehhhh, Assalamu'alaikum kota Serambi Mekkah. 

Saya pergi ke Banda Aceh karena mau jenguk nyakwa baru pulang naik Haji guys. 

Setelah berada sehari di Banda Aceh saya merasa membutuhkan yang namanya jaringan wifi atau koneksi internet. Namanya juga seorang Personal Blogger, ya seakan-akan dunia ini hampa tanpa jaringan wifi.

Kalau dikampung sangatlah mudah mencari jaringan wifi karena wifinya berada disamping rumah saya.

Nah, kalau di Banda Aceh saya cukup bingung ni gan, harus cari wifi kemana. Saya sudah coba telusuri di google map "Ok google, wifi dekat sini" yang keluar malah yang jaraknya jauh.

Kemudian, saya memutuskan untuk mencari langsung warung atau coffe yang ada wifinya, dengan berjalan kaki dari rumah. Setelah memasukkan laptop didalam tas ransel, baru kemudian saya memulai perjalanan.

Dalam perjalanan, saya melihat sangat banyak orang yang lalu lalang entah kemana. Saya terus berjalan, akan tetapi saya tidak tau arah jalannya, tentunya saya sangat berhati-hati agar nantinya tidak nyasar wkwkwk.

Saya mengingat setiap baliho-baliho yang saya lihat, sebagai patokan arah jalan pulang saya nanti. Kemudian saya melihat ada warung yang ditempel area nge net, ehh pas didatangi warungnya ditutup.

Kemudian saya berjalan lagi dan saya menemukan sebuah warung, akan tetapi warung tersebut tidak menyediakan jaringan wifi. Saya bertanya kepada seorang bapak, dimana ada warung atau caffe dekat sini yang ada wifinya, lalu beliau menunjukkan arahnya.

Setelah berjalan kaki cukup jauh, akhirnya saya menemukan caffe yang ditunjukkan oleh bapak tadi, tak menunggu lama saya langsung memasuki caffe ini dan langsung memilih tempat duduk.

Beberapa saat kemudian pelayan pun menghampiri saya, saya memesan kopi hangat.

Setelah menunggu beberapa menit, kemudian kopi hangat nya pun tiba, tak hanya kopi hangat, pelayan warung ini juga memberikan saya kue tapi saya tidak memesan kue tersebut.

Kemudian saya meminta kata sandi kepada si pelayan, yang kata sandi nya "gakbolehkasihtau" yang mau login silahkan login.

Beberapa saat kemudian, saya merasa ada yang aneh dicaffe ini. Tapi apa ya?

Oia, suasana dicaffe ini sangatlah ribut gan, kayak pasar ikan sumpah gan saya gak bohong. "efnqfh#$%hqnr" ya kira-kira seperti itulah yang saya dengarkan.

Saya disini hanya bengong dan mendengarkan entah apa yang dikatakan para pengunjung caffe ini. Bahasa yang mereka gunakan kayak bahasa planet asing kapten.

Ditambah lagi dengan koneksi yang lelet setengah mati. Hadehhh membuat hari-hari saya di Banda Aceh menjadi sangat menyeramkan.

Ya, mungkin inilah resiko pergi kecaffe yang ramai pelanggannya.

Ingin rasanya saya segera pergi dari suasana seperti ini, tetapi saya memilih untuk tetap bersabar.

Beberapa jam kemudian.

Akhirnya suasana caffenya telah damai dan Alhamdulillah koneksi wifinya lancar.

Meskipun tadinya suasana caffe ini seperti pasar ikan, yang terpenting adalah hari ini saya tidak sekolah.


Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Gara-gara Keramaian Pelanggan, Suasana Caffe ini Seperti Pasar Ikan"