Ketika Acara Sosialisai di Sekolah Menjadi Penyelamat

Gambar hanya sekedar ilustrasi gan.
Sumber gambar : www.sideshowtoy.com
Setelah beberapa hari pulang dari Banda Aceh, aktifitas saya kembali seperti biasa, yang dimana banyak pelajaran yang memusingkan dan banyak pekerjaan rumah yang menghampiri.

Hari jum'at ini ada ulangan pelajaran Akidah Aklak, pelajaran ini banyak sekali menghafal dan tentunya ini menjadi masalah baru bagi saya. Hadeehh nasib anak sekolahan.

Setibanya disekolah, saya belajar dalam kelas untuk menghadapi ulangan nantik, ada beberapa yang saya hafal dan ada beberapa yang saya ingat. Menurut saya mengingat lebih mudah dari pada menghafal, memang kelihatannya mengingat hampir sama dengan menghafal.

Saya berhenti belajar ketika bel muhazarah di pencet.

Seperti biasanya, muhazarah di hari jum'at merupakan sebuah acara yang rutin di sekolah saya. Bagi kalian yang belum tau apa itu muhazarah, saya akan menjelaskannya, muhazarah adalah sebuah acara yang diikuti oleh siswa-siswi disekolah saya dan acara ini seperti acara keagamaan, di acara ini kami bebas menampilkan bakat kami, ada yang berpidato, ngaji, nyanyi, bermain musik, beatbox dan lain-lain.

Setiap kelas berhak untuk mengikuti muhazarah, ya tentunya secara bergiliran, mulai dari kelas 3 sampai dengan kelas 1.

Bagi beberapa orang, muhazarah merupakan sebuah acara killer karena kenapa? Muhazarah mengharuskan siswa untuk tampil didepan khalayak ramai. Banyak siswa atau mungkin siswi yang menghindar untuk mengikuti acara ini. 

Dulu saya pernah mengikuti muhazarah, pada saat itu saya bertugas sebagai gitaris(Gak bermaksud sombong) kami membawakan lagu mas Bondan "Ya sudahlah". Banyak orang yang terhibur dari lagu yang kami bawakan.

Beberapa jam kemudian, acara muhazarahnya pun selesai dan kami langsung masuk kelas.

Sampai dalam kelas, saya mulai gelisah, apakah saya bisa menjawab soal ulangannya nantik? Hal itulah yang terpikirkan oleh saya pada saat itu.

Tiba-tiba ibuk wali kelas saya masuk dalam kelas kami, beliau mengumumkan bahwa saya beserta dua kawan saya segera untuk masuk kedalam Mushola, sayapun mulai bingung, kenapa saya disuruh masuk kedalam Mushola?

Ah sudahlah, saya tidak pikir panjang, saya beserta dua kawan saya bersegera masuk kedalam Mushola.

Rupanya, keajaibanpun datang, kami yang ditugaskan masuk dalam Mushola ternyata ada acara sosialisai. Alhamdulillah, ulangan gak jadi. Keberuntungan masih berpihak kepada saya hehe. Sekaligus sosialisasi ini menjadi penyelamat saya agar hari ini tidak ulangan.

Saya beserta siswa-siswi Man Abdya lainnya mengikuti sosialisasi tentang label produk halal dan haram, yang pematerinya adalah bapak-bapak dan ibuk-ibuk dari Kemenag dan Dinkes. 

Acaranya berjalan dengan khidmat. Dan Alhamdulillah lagi ni guys, ada seorang bapak dari Kemenag mengatakan bahwa sosialisasi ini sampai jam 11, hati kecil saya berkata "Yeee, hari ini gak belajar full day"

Kami diberikan map, buku dan pulpen untuk mencatat hal yang disampaikan dari sosialisasi, yang terpenting adalah map, buku dan pulpennya diberikan secara percuma alias gratis. Yee ini baru namanya Jum'at barokah, hehe.

Tak haya itu, kami juga diberikan kue gratis lagi ni gan, hemm, sungguh indahnya hari ini.

Di sosialisasinya kami juga mempelajari bahaya zat-zat pengawet dan pewarna makanan. Kerennya lagi ni guys, bapak-bapak dan ibuk-ibuk dari Dinkes juga meneliti saos dikantin sekolah kami, bahwa saos dikantin sekolah kami mengandung Rodamin B atau tidak.

Dan ternyata, saos dikantin sekolah kami aman dari bahaya Rodamin B guys.

Tak hanya meneliti saos, bapak dan ibuk Dinkes juga meneliti bakso dikantin sekolah kami, mengandung Boraks atau tidak. Dan Alhamdulillah baksonya aman dari zat Boraks.

Setelah beberapa jam mengikuti sosialisasi, di penghujung acara sosialisasinya, kami photo-photo bareng guys. Baru kemudian kami saling bersalaman, menandakan acara sosialisasinya sudah berakhir.

Menurut saya, acara sosialisasi ini sangat edukatif dan bermanfaat guys, terimakasih saya ucapkan kepada Kemenag dan Dinkes yang sudah berkunjung kesokolah kami.

Setelah keluar dari Mushola saya memilih untuk makan dulu dikantin karena merasa perut saya masih lapar.

Selesai makan baru saya menuju kedalam kelas.

Beberapa detik dalam kelas, bel pulangpun dilantunkan hehe. Jum'at Barokah.


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketika Acara Sosialisai di Sekolah Menjadi Penyelamat"

Posting Komentar